Kesetiaan semakin hari semakin menjadi sesuatu yang langka di dunia. Banyak persahabatan hancur dan banyak keluarga pecah karena menurunnya kadar kesetiaan. Dalam keluarga Tuhan, kita mempunyai Sang Bapa yang setia. Ia setia akan janji-Nya dan setia dalam penyertaan-Nya atas kita.
BAPA YANG SETIA
Kau yang selalu mengasihiku dengan kasih yang kekal
PengorbananMu membuatku merasa berharga di mataMu
Kau yang selalu menyayangiku dengan kasih yang sungguh
KehadiranMu membuatku mengerti arti kehidupanku
Kau Tuhan adalah Bapa yang setia
Tiada sekalipun ku ditinggalkan
Penghiburan yang kurindukan selalu Kau sediakan
Slamanya kusembah Bapa yang setia
Takkan Kau biarkan ku terpisahkan
Yesus Kaulah sumber pertolonganku yang dapat kupercaya
Lagu karya Jonathan Prawira ini mempunyai pesan tentang, pertama, sebagaimana judul dan syairnya, penegasan bahwa Tuhan adalah Bapa yang setia. Kedua, kesetiaan Bapa itu terwujud dari kasih sayang-Nya kepada anak-anak-Nya. Ketiga, kesetiaan Bapa itu dinyatakan melalui penyertaan-Nya: ”Tiada sekali pun aku ditinggalkan”. Keempat, kesetiaan Bapa itu terwujud melalui penghiburan yang Ia berikan: ”Penghiburan yang kurindukan selalu Kau sediakan.”
Dalam Perjanjian Lama, beberapa kali Tuhan menyatakan diri-Nya dengan nama-nama yang menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang setia. Nama-Nya adalah Jehovah El Emeth yaitu Tuhan yang setia, terungkap dari Firman Tuhan: ”Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya Tuhan, Allah yang setia” (Mzm 31:6). Nama-Nya yang lain adalah El Emunah yaitu Tuhan yang setia, seperti terungkap dalam Kitab Suci: ”Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan” (Ul 7:9). Pemazmur juga mencatat nama Tuhan sebagai Elohe Chasedi yang berarti Allahku dengan kasih setia-Nya: ”Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku” (Mzm 59:11).
Prinsip bahwa Tuhan adalah Bapa yang setia dalam arti setia pada janji-Nya dan setia menyertai anak-anak-Nya dapat dilihat dari karya Roh Kudus. Pertama, Bapa dan Roh Kudus adalah Tuhan yang esa. Yesus menjelaskan kesatuan itu sebagai berikut: ”Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu (Roh Kudus); Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu” (Mat 10:20). Nama ”Roh Bapa” menjelaskan Roh Kudus sebagai Pribadi yang memiliki hakikat yang sama dengan yang dimiliki Allah Bapa.
Kedua, Roh Kudus adalah ”janji Bapa” untuk orang-orang percaya. Janji tentang Roh Kudus itu diberikan Bapa sejak jaman Perjanjian Lama seperti dinubuatkan nabi Yoel: ”Kemudian pada hari itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orang yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu” (Yl 2:28-29). Yesus menyebut Roh Kudus sebagai ”janji Bapa”. Yesus berkata: ”Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal diam di kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk 24:49). Penegasan Yesus soal ”janji Bapa” itu juga dicatat dalam Kitab Para Rasul: ”Pada suatu hari Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kata-Nya – telah kamu dengan dari pada-Ku” (Kis 1:4).
Tuhan adalah Bapa yang setia karena Ia menggenapi janji-Nya itu. Roh Kudus yang adalah ”janji Bapa” itu dicurahkan pada hari Pentakosta (Kis 2). Pada momen itu, Petrus menyitir kembali nubuatan nabi Yoel mengenai ”janji Bapa” tentang kehadiran Roh Kudus (Kis 2:17-18). Roh Kudus itu adalah Roh yang keluar (ekporeuomai) dari Bapa sendiri yang merupakan Penghibur bagi setiap orang percaya. Mengenai hal itu Yesus menjelaskan: ”Jikalau Penghibur (Penolong) yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar (ekporeuomai) dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku” (Yoh 15:26).


