Jumat, 24 Juni 2011

“Paulus” dari China


“Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.” 
(Kisah 16:5) 
 Pernahkah Anda mendengar nama John Sung?  Dia lahir tahun 1901  di Hinghwa, Fukien,China. Ayahnya seorang pendeta Methodist. Perjalanannya sampai menjadi penginjil terbesar di 
China tidaklah mudah. Ia menyerahkan hidupnya pada Tuhan ketika berumur 9 tahun. Karena 
kepandaiannya, ia menerima banyak beasiswa. Ia pun mendapat predikat  cum laude dan menerima 
banyak penghargaan serta hadiah.  
Ia merasa harus belajar teologi, namun ketenaran yang menghampirinya menumpulkan 
keinginannya untuk menjadi hamba Tuhan. Oleh sebab itu akhirnya ia masuk program doktoral 
bidang kimia dan menjadi orang China pertama yang menyandang gelar Ph.D. Pada waktu itu ia 
berada di bawah pengaruh teologi liberal yang mengajarkan bahwa Yesus adalah sosok teladan yang 
agung, namun bukan Juruselamat sehingga ia berpaling dari kekristenan sejati.  
Suatu malam ia mendengar suara Tuhan berkata kepadanya, “Apa untungnya ini bagi seseorang, 
jika ia memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan jiwanya sendiri?” Semenjak itu hidupnya dipenuhi 
kegelisahan. Akhirnya ia kembali kepada Kistus setelah mendengar seorang gadis membacakan Kitab Suci dan berbicara tentang kematian Kristus di kayu salib sebagai pengganti penebusan. Sung merasakan kehadiran Allah. Ia mulai membaca biografi-biografi Kristen untuk menemukan kekuatan apa yang ia rasakan pada saat di kebaktian penginjilan itu.  Akhirnya, pada tanggal 10 Februari 1927 ia bertobat dan mulai berbicara kepada setiap orang tentang kebutuhan mereka akan Kristus, termasuk kepada teman-teman sekelasnya dan para dosennya. Rektor Seminari berpikir bahwa ia  gila karena terlalu keras belajar dan mereka memasukkannya ke RSJ selama 6 bulan. Di RSJ, ia membaca Alkitab sebanyak 40 kali. RSJ itu justru 
menjadi perguruan tinggi teologi sejati bagi John Sung.  
Pada perjalanannya kembali ke China ia membuang semua ijazah dan medalinya. John Sung 
memutuskan menjadi penginjil. Ia menginjil dengan penuh kuasa. Puluhan ribu orang bertobat. Ia 
adalah salah satu karunia terbesar Tuhan bagi Timur Jauh pada abad 20 hingga meninggal karena 
serangan kanker pada tahun 1944. (CM-01) 
Doa: Tuhan Yesus, berikan kami beban untuk melayani jiwa-jiwa, terutama orang-orang yang ada di sekitar 
kami. Kami tahu, tanpa Engkau mereka akan binasa. Pakai aku Tuhan! Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar