Jumat, 24 Juni 2011

Benih Kepercayaan

Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh
pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” (Kisah 9:31) 
Pada pemakaman Kathryn Lawes, istri mantan sipir penjara di New York, para
narapidana beramai-ramai melayat. Sejenak  mereka menghirup udara bebas. Seusai
upacara, tak satu pun dari mereka berusaha kabur. Dengan patuh, semua kembali ke sel
masing-masing. Apa rahasianya? Semasa  hidup, Nyonya Lawes membiarkan anakanaknya bermain dengan para narapidana itu. Ia percaya mereka akan berlaku baik
kepada anak-anaknya. Kesan dipercayai, itu yang membekas di hati para narapidana.
Maka mereka tak mau menodai kepercayaan  yang diberikan waktu diijinkan keluar
untuk melayat orang yang telah mempercayai mereka.
Sejumput benih kepercayaan ditanam, hasilnya tak mengecewakan. Semua
orang butuh dipercayai. Besar kemungkinan kebaikan dalam dirinya tumbuh jika ia
dipercayai. Kita kagum akan sosok Paulus, penginjil terbesar sepanjang zaman. Namun,
jangan lupa bahwa pada awal ia menjadi penginjil, Barnabas memiliki peran penting.
Peran apa? Ia percaya kepada Saulus, sementara murid yang lain tidak. Ia mau
menerimanya, sementara yang lain takut, mengingat sepak terjangnya di masa silam.
Berbekal kepercayaan Barnabas, Saulus giat meyakinkan orang akan pertobatannya dan
terus bersaksi bagi Yesus. Hingga kini kita mengenalnya sebagai Rasul Paulus.
Semua hubungan baik berlandaskan kepercayaan. Suasana kerja yang baik
dibangun di atas kepercayaan. Prestasi bertumbuh karena ada kepercayaan. Pelayanan
yang berbuah memerlukan sikap saling percaya. Sudahkah kita menanam benih
percaya-mempercayai dalam berkeluarga, berteman, bekerja sama, bergereja,
bermasyarakat? Jika kita ingin dipercayai, begitu pun orang lain. (NN-01)
 
ORANG YANG DIPERCAYAI DENGAN CARA YANG BENAR
AKAN MENJADI ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA—Abraham Lincoln
Doa: Tuhan, ajar kami untuk saling mempercayai satu dengan lainnya, supaya dengan
kepercayaan ini, kami boleh semakin bertumbuh di dalam Engkau. Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar