Sudah sering orang Kristen mendengar dan menyebut nama “Bapa-Anak-Roh Kudus”, baik dalam doa-doa maupun ibadah. Itulah kenyataan mengenai Tuhan yang kita sembah. Meskipun demikian, tidaklah untuk mudah menjelaskan konsep teologis mengenai Ketuhanan Kristen ini.
“TIADA NAMA LAIN”
Hanya Kau Allah Bapaku
Tuhan Juru Slamatku
Saat kusebut namaMu Yesus
Kau menjawab imanku
Hanya Kau Raja Damaiku
Roh Kudus penghiburku
Saat ku ikut suaraMu Yesus
Kau berkati jalanku
Tiada nama lain yang berkuasa
menyelamatkan hidupku
Hanya nama Yesus yang kupercaya
Kau slalu sanggup menolongku
Lagu karya Jonathan Prawira yang diberi judul ”Tiada Nama Lain” ini mempunyai pesan-pesan tentang, pertama, keesaan Tuhan menurut iman Kristen yaitu Pribadi Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus. Kedua, Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat umat manusia. Ketiga, Roh Kudus adalah Roh Penghibur dan Tuhan itu sendiri. Keempat, nama Yesus adalah nama yang penuh kuasa yang olehnya kita diselamatkan.
Pribadi Bapa harus dipahami secara utuh dalam kaitannya dengan Anak dan Roh Kudus. Kita tidak bisa membicarakan Pribadi Bapa tanpa membicarakan Pribadi Anak (Yesus) dan Pribadi Roh Kudus. Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan kita adalah jamak. Ketika Tuhan membicarakan perihal diri-Nya, Ia memakai kata ganti bentuk jamak (Kej 1:26; 3:22; 11:7) dan kata kerja bentuk jamak (Kej 1:26; 11:7). Namun, Alkitab Perjanjian Lama jelas-jelas menegaskan tentang keesaan Tuhan: ”Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!” (Ul 6:4). Tuhan juga menyampaikan firman yang menunjukkan bahwa Dia adalah esa adanya: ”Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akullah Allah dan tidak ada yang seperti Aku” (Yes 46:9).
Alkitab Perjanjian Baru juga menegaskan bahwa Tuhan itu Esa: ”Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik!” (Yak 2:19a-b). Kepada jemaat Efesus, Paulus menegaskan tentang Tuhan yang esa: “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua” (Ef 4:3-6).
Baik Bapa, Yesus, maupun Roh Kudus, semuanya adalah Tuhan. Mengenai Bapa adalah Tuhan, Yesus berkata: “…sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya” (Yoh 6:27). Dalam suratnya, Petrus juga menegaskan bahwa Bapa itu adalah Tuhan: “…sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita….” (1 Ptr 1:2).
Yesus dinyatakan sebagai Tuhan dalam Alkitab. Yesus adalah sosok Pribadi yang menunjukkan ciri-ciri Tuhan seperti Mahatahu (Mat 9:4), Mahakuasa (Mat 28:18), Mahahadir (Mat 28:20). Ia pun melakukan hal-hal yang hanya dilakukan oleh Tuhan seperti tindakan mengampuni dosa (Mrk 2:1-12) dan membangkitkan orang dari kematian (Yoh 12:9). Yesus adalah Tuhan yang akan menghakimi semua manusia seperti ditulis dalam Injil: ”Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia” (Yoh 5:27).
Roh Kudus juga adalah Tuhan itu sendiri. Ketika Ananias mendustai Roh Kudus sesungguhnya ia mendustai Tuhan itu sendiri. Mengenai kebenaran itu Petrus berkata: ”Ananias, mengapa hatimu dikuasai iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? … Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah” (Kis 5:3-4).
Untuk memudahkan pemahaman tentang Tuhan yang esa, dikembangkanlah istilah-istilah dan ilustrasi-ilustrasi. Istilah ”Tritunggal” dan ”Trinitas” cukup memberi penjelasan, meskipun itu bukan istilah-istilah Alkitab. Teolog Charles Ryrie menggambarkan konsep ”tiga dalam satu” itu sebagai air yang unsur kimianya tetap walaupun dalam keadaan padat (es), gas (uap), atau cair (air).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar