Beberapa bagian Alkitab cukup puitis. Kitab Mazmur sendiri dikategorikan sebagai kitab puisi. Namun, pesan mengenai kasih dan pengampunan Tuhan bukan sekedar bualan hiperbolis. Kasih dan pengampunan Tuhan itu benar dan nyata.
“SEJAUH TIMUR DARI BARAT”
Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku
Betapa besar kasih pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati yang hancur
Ku berterima kasih kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri pulihkanku
Jonathan Prawira hendak menekankan betapa besarnya kasih dan pengampunan Tuhan. Syair yang ditulisnya indah dan Alkitabiah: ”Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku; Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku; Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku; Tiada Kau perhitungkan kesalahanku.”
Syair itu diambil dari Alkitab: ”Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita” (Mzm 103:12). Anugerah pengampunan yang diberikan Tuhan ini sebenarnya merupakan bagian dari apa yang disebut Matthew Henry sebagai kebaikan dan belaskasihan (goodness and comppasion) Tuhan (Mzm 103:6-18). Tuhan itu baik bagi semua orang, adil bagi semua orang (Mzm 103:6). Karena itu, pertama, Ia menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya: ”Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel” (Mzm 103:7).
Kedua, Tuhan yang penuh kasih itu selalu siap untuk mengampuni (ready to forgive). Ia tidak marah (slow to anger): ”Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Mzm 103:8). Kemarahannya juga tidak lama (not long to anger): ”Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam” (Mzm 103:9).
Ketiga, karena kasih maka Tuhan memaafkan atau mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita. Hal itu dilakukannya karena Ia memiliki kekayaan akan belas kasihan illahi (the trancendent riches of God’s mercy): ”Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia” (Mzm 103:11). Karena itu ia memiliki kepenuhan dalam pengampunan (the fullness of his pardon): “”Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita” (Mzm 103:12). Ungkapan ilustratif geografis dari timur ke barat menunjukkan betapa panjangnya kasih Tuhan (the great extent).
Keempat, kasih dan pengampunan itu merupakan manifestasi dari belas kasihan Tuhan kepada manusia: ”Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia” (Mzm 103:13). Mengapa Tuhan memiliki belas kasihan kepada manusia? Jawabnya adalah karena Ia memaklumi eksistensi kita, penderitaan kita, dan kehinaan kita sebagai manusia berdosa: ”Sebab Ia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu” (Mzm 103:14).
Kelima, Tuhan memutuskan untuk melanjutkan atau meneruskan kasih sayang dan pengampunaannya atas kita. Kasih sayang Tuhan tidak sependek usia manusia. Kasih Tuhan melampaui batas usia kita, baik bagi kita sendiri yang setelah mati akan hidup dalam kekekalan maupun bagi generasi-generasi yang hidup setelah kita. Mengenai kontinuitas kasih dan pengampunan Tuhan itu pemazmur menulis: ”Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikian ia berbunga; apabila angin melintasinya maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya” (Mzm 103:15-18).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar